Ini bukan drama prosaik yang dimaksudkan untuk membuat pembacanya trenyuh bukan pula kisah heroik tentang pahlawan pembawa perubahan. Ini hanya cerita sederhana; selembar ucapan terima kasih. Kepada sepasang guru, yang biasa aku sebut Bapak dan Ibu. Aku dilahirkan disebuah desa kecil diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasar pembagian wilayah administratif desa itu berada di Kabupaten Wonogiri berbatasan langsung dengan Ponorogo. Hampir tak ada yang spesial dari desa ini, selain senyum ramah sapa warganya, hanya tanah kering tandus dan kemiskinan yang menjadi wajah lusuh desa kami. Tak heran, desa kelahiraku mendapat proyek bantuan IDT semasa Soeharto. Memang benar-benar desa tertinggal. Seingatku, listrik baru masuk menjelang aku lulus SD. Menonton televisi adalah kemewahan, beruntung keluarga simbah dulu punya satu, yang membuat rumah Simbah menjadi bioskop umum saat ada pertandingan tinju. Dulu, orang dikampungku ramah dan lucu-lucu. Ah, sudah aku tidak akan bercerit...