Langsung ke konten utama

Tradisi Minum teh di Rusia

Got dark. On a table, shining,
The evening samovar hissed,
The Chinese teapot heating up,
Under it curled easy pairs …

(Aleksander Pushkin)


           Teh atau dalam bahasa ilmiah Camellia sinensis telah dikonsumsi oleh bangsa Cina lebih dari 5000 tahun. Selama ribuan tahun, bangsa China meminum teh untuk kesehatan dan kenikmatan. Tidak seorangpun tahu apa yang menyebabkan mereka tertarik dengan daun hijau serta mengkilap itu, tetapi legenda populer dapat memberi pengetahuan kepada kita. Asal mula teh pada awalnya masih merupakan legenda . Legenda yang paling terkenal adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung, diperkirakan sekitar tahun 2737 sebelum Masehi. Menurut legenda pada suatu hari, ketika Kaisar Shen Nung akan mengambil air mendidih, beberapa daun dari pohon yang menjuntai tertiup angin dan jatuh di panci berisi air mendidih tersebut, Sang Kaisar ingin tahu dan memutuskan untuk mencicipi air rebusan yang tidak menyerupai minuman tersebut. Kaisar menemukan air rebusan itu sedap dan menyegarkan tubuh. Sejak saat itu the menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perkembangan masyarakat.


          Teh dengan segala bentuk pengucapannya berasal dari sumber tunggal. ' Te ', berarti 'teh' dalam dialek China Amoy. Bahasa China nasional dari kata teh, ' cha ', juga menghasilkan beberapa turunan kata lain di dunia. Perbedaan wilayah membawa perbedaan jenis teh, black, green dan oolong. Perbedaan ini juga menyebabkan penggunaan penambah rasa, seperti susu, gula atau berbagai jenis tanaman. Temperatur dan kekuatan rasa teh juga ikut berperan membuat jenis teh semakin beragam.

           Sejak penemuannya, teh berkembang luas terutama semenjak berkembangnya jalur sutera, meskipun pada awalnya teh masih kalah pamor dengan kopi. Abad ke-16 dan 17 merupakan awal masuknya the ke wilayah eropa,termasuk Rusia.

Sejarah kedatangan Teh di Rusia

          Rusia mulai mengenal teh pada pertengahan tahun 1600, duta besar dari Chinna untuk Moscow membawakan oleh-oleh beberapa peti teh untuk Tsar Aleksey Mikhaylovich. Selama periode ini, Rusia memulai membangun perdagangan dengan China dan teh lansung menjadi salah satu barang impor paling dicari. Pada tahun 1558, Tsar Ivan IV, memberikan sebuah keluarga saudagar, Stroganov, kepemilikan siberia. Satu-satunya yang diingginkan adalah agar mereka membantu menguasai wilayah yang siberia yang sangat luas. Orang-orang Cossacks, yang di gunakan oleh Tsar untuk menjaga tanah-tanah diperbatasan, memndirikan komunitas di sepanjang padang stepa. Tahun 1581, orang-orang Cossacks mencapai sungai Irtysh dan Yenisey pada tahun 1610.

         Tahun 1645, seorang penjelajah Rusia, Deshnev, mencapai pantai di samudra pasifik, yang membuat perselisihan perbatasan antara Rusia dan China terpecahkan, setidaknya untuk sementara, melalui perjanjian Nerchinsk (1689). Perjanjian tersebut memberikan kejelasan mengenai garis perbatasan antara Rusia dan China, hal itu membuat kereta dagang caravan dapat melintas dengan aman diantara dua kekaisaran. Rute perdagangan antara China dan Rusia sangatlah berbahaya, terdiri dari 11.000 mil jalan yang sulit melalui padang tandus dan daerah pegunungan. Perjalanan dari dan ke Moscow membutuhkan waktu 16 bulan. Faktor-faktor tersebut menyebabkan harga jual teh melonjak tajam, dan dengan demikian menjadi sebuah barang mewah yang hanya mampu di konsumsi oleh para bangsawan dan orang-orang kaya di Rusia. Pada akhir 1700an, harga teh turun karena suatu hal , dengan harga yang terjangkau secara tidak langsung teh akhirnya menjadi bagain masyarakat Rusia.

             Teh membawa perubahan terhadap gaya hidup masyarakat Rusia karena kehangatan dan kekhassannya. Orang Rusia selalu lebih suka jenis teh yang kuat, dengan warna yang lebih gelap yang disajikan dengan gula, selai dan madu. Kebudayaan lainnya mempengaruhi kebiasaan awal orang rusia terhadap teh, samovar yang merupakan sebuah bentuk adaptasi dari teko panas orang Tibet, alat yang di gunakan sebagai pemanas dengan air mendidih yang di gunakan untuk memasak teh. Dahulu teh di minum menggunakan podstakanniki;sebuah pegangan dari perak yang berfungsi menahan temperatur panas dari gelas teh, hingga sekarang masih ada. Podstakanniki sangat mirip dengan cangkir tempat orang Turki biasa meminum kopi. Perjalanan dagang jalur darat menggunakan kereta caravan berhenti semenjak pengoperasian jalur kereta trans-siberia pada tahun 1900. Hingga Sekarang teh dan vodka merupakan dua minuman utama dalam kehidupan masyarakat Rusia.

Upacara minum teh di Rusia

             Meskipun teh pada awalnya di bawa dari China, orang-orang Rusia telah mengembangkan tradisi unik yang menjadi ciri khas mereka dalam menikmati teh. Tipe the Rusia merupakan kombinasi dari dua atau tiga rasa. Teh-teh yang berbeda ini di buat gelap dan diletakkan di teko yang berbeda, ketika di cambur menjadi satu di dalam cangkir, air panas tambahan di masukkan untuk mencairkan campuran.
             Samovar telah menjadi teko teh Rusia Sejak pertengahan 1700an. Pada tahun 1800, samovar telah menjadi alat penting dalam rumah tangga orang Rusia dan telah menjadi bagian utama dalam setiap pertemuan masyarakat. Samovar Sangay beragam jenisnya, sebagian ada yang kecil yang hanya mampu menampung 3 liter air, dan ada yang sangat besar yang mampu menampung 30 liter air. Sebagian besar samovar di buat di Tula, tempat peleburan logam di selatan Moscow. Rekor teko terbesar di buat di Tula pada tahun 1922, yang mampu menampung 250 liter. Samovar Rusia di buat dari berbagai bahan logam, seperti tembaga, besi maupun perak. Samovar bukanlah teko sederhana, dengan Sangay cepat samovar menjadi sebuah benda artistik fungsional, dengan harga teh yang tinggi, samovar selain sebagai alat minum teh juga merupakan sebuah simbol kekeyaan. Kehangatan dan aroma rai ramuan teh merupakan simbol kesehatan dan keamanan. Dan seperti kebiasaan di Inggris, nyonya rumah merupakan orang yang akan menyiapakan teh untuk keluarganya dan tamu yang berkunjung.

             Teh selalu di sajikan dengan berbagai makanan Sangay sering dalam satu hari. Samovar tersedia di rumah, kereta, kantor dan restaurant, bahkan banyak penjual di jalanan yang menjual teh panas dengan samovar. Rusia memulai membuat samovar sendiri Sejas tahun 1820, di Tula. Sejas di buat dengan tangan orang Rusia sendiri, pembuatan samovar menjadi sebuah pekerjaan seni mulai seni olah logam, dekorasi hingga melukis. Banyak pabrik yang membuat samovar di Tula, akan tetapi yang paling terrenal adalah Batashev Metalworks.

Cara minum Teh di Rusia

           Setidaknya ada tiga macam bentuk penyajian atau cara menikmati teh yang lazim di temukan dalam masyarakat Rusia: teh dengan lemon, minum teh dengan cawan atau lepek dan teh Vprikusku (minum the dengan bungkahan gula di mulut).

           Tradisi minum teh dengan lemon pertama kali di perkenalkan oleh orang-orang rusia di jalan-jalan dan tempat-tempat pemberhentian di tepi jalan. Pada awalnya hal ini seperti sulit untuk di percaya, tetapi hingga akhir abad ke-19 pemberhentian merupakan tempat beristirahat para musafir atau para pembawa pesan yang sedang menderita kelelahan sepanjang perjalanan. Dalam keadaan yang lelah dan capai ini para musafir tidak dapat makan, akan tetapi mereka meminum teh dengan sangat bersemangat karena pada saat itu mereka menyadari bahwa minuman itu membuat mereka bisa lepas dari kelelahan selama perjalanan, karena sudah di ketahui sebelumnya bahwa semua hal yang berasa asin atau asam mampu menyembuhkan mabuk laut. Makanan tradisional Rusia yang di kenal asam dan asin adalah ketimun dan acar. Para musafir yang lebih miskin tidak akan puas dengan dengan itu, karenanya mereka lebih cenderung untuk memakan lemon, akan tetapi kapan dan siapa yang mengabungkan lemon dan teh tetap sebuah misteri, akan tetapi fakta membuktikan bahwa kombinasi khusus ini tidak di ragukan lagi sangat bermanfaat bagi kita. Teh dengan lemon bergerak lebih cepat dari pemberhentian ke salon-salon di kota-kota besar. Di eropa barat, dimana minum teh merupakan kebiasaan eksklusif para bangsawan, mereka menyebut teh hitam dengan potongan lemon yang di masukkan langsung ke dalam cangkir dengan “teh Rusia”.

            Sedangkan kebiasaan untuk meminum teh dengan cawan atau lepek, hampir hanya tersebar di antara kelompok saudagar, dan harus berterimakasih atas originalitas samovar. Dalam ceret ini, air terus mendidih atau akan terus mendidih dalam waktu yang sangat lama. Teko teh di simpan dalam puncak samovar, jadi hidangan ini juga sangat panas. Sangat tidak mungkin untuk meminum teh, tetapi mereka mengginginkan segera, demikianlah awalnya mereka mulai menuangkannya di atas lepek. Pertama, teh akan menjadi lebih cepat dingin di sana, kedua, orang dapat menyeruput dari lepek dan dan mengabungnya dengan udara ketika menghirupnya. Hal ini terlihat tidak sopan karena akan menghasilkan suara yang keras dan tidak mungkin dilakukan dalam situasi formal akan tetapi dalam situasi non-formal teh di minum dengan seruputan yang keras, karena kenimatannya lebih terasa.

            Dan terakhir, teh dengan Vprikusku atau minum teh dengan bongkahan gula. Ide awal dari minum teh dengan gula ini bukanlah gambaran jelas diri dari nenek moyang atau pendahulu orang Rusia -karena harga gula dan teh yang mahal. Dalam keluarga yang lebih baik, kebiasaan yang berlaku adalah mengisi secukupnya cangkir dengan teh dan para tamu bisa dengan mudah memasukkan gula atau selai ke dalam cangkir, hal ini juga menjadi simbol kemakmuran rumah itu dan penghormatan kepada tamu. Pada keluarga yang lebih miskin pemilik rumah mengisi cangkir dengan air penuh, sehingga tidak ada benda lain yang bisa di masukkan ke dalam cangkir. Bungkahan gula yang telah di cacah di letakkan di atas meja, bungkahan ini yang akan di letakkan ke dalam mulut dan meminum teh melalui bungkahan gula yang telah di taruh tadi. Cara meminum teh seperti ini memiliki akar tersendiri, apabila gula dan teh menjadi lebih murah dan motif ekonomi dari the Vprikusku telah hilang, yang tersisa hanyalah kebiasaan masyarakat dalam meminum teh dengan gula pada umumnya –meskipun sebenarnya sangat tidak baik untuk gigi ataupun teh itu sendiri.

            Gula yang digunakan pada saat itu tidaklah sama dengan gula yang biasa kita gunakan sekarang, dahulu tidak di haluskan seperti sekarang, berwarna coklat dengan rasa yang sedikit berbeda, dengan bentuk bongkahan kristal gula. Bungkahan kristal ini seperti permen dan dapat di gunakan untuk waktu yang lama, terkadang para tamu sering kali meninggalkan sisa gula yang tidak habis untuk minum teh tadi –bekas di pakai di mulut- bukan masalah apa yang di lakukan dengan bungkahan ini nantinya untuk para tamu, akan tetapi mungkin ini terdengar kurang higienis untuk kebanyakan orang sekarang. Akan tetapi ini adalah salah satu cara menikmati teh, tanpa harus kehilangan rasa teh, dan tentunya tuan rumah memisahkan gula yang telah di pakai tadi, sehingga para tamu tidak perlu khawatir menikmati teh hitam Rusia ketika sedang berkunjung.

            Teh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan budaya orang Rusia,hingga sekarang teh sebagai minuman kesehatan sekaligus penghangat dengan beragam tradisinya telah menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi iklim dingin Rusia.

Karena lupa referensi aslinya, coba cek disini untuk info lebih lanjut. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup adalah Pertaruhan, beranikah kamu bertaruh untukku?

Sebagai manusia kita tentu pernah pada sebuah posisi sulit, pada proses pencarian tak berujung. Terkadang kita bertanya-tanya, kemana hidup akan membawa kita pergi, apakah ketempat harapan bersandar ataukah ke peraduan bersemayamnya kekecewaan dan cobaan. Jawabanya: tidak ada yang tahu. Satu-satunya yang pasti di dunia ini hanyalah bahwa kita akan mati, selebihnya tidak ada yang tahu.  Beruntungnya Tuhan memberikan kemampuan untuk "tahu" apa yang kita sukai, yakini atau cintai. Apakah sesuatu yang kita yakini atau seseorang yang kita cintai itu merupakan ujung pintu takdir; tidak ada yang tahu. Hidup adalah pertaruhan, karena kita tidak pernah tahu kemana takdir akan mengantarkan kita.  Kadang kita ditantang untuk melihat kebelakang saat seolah-olah didepan kita dihadang tembok tinggi kemustahilan, saat seolah-olah dunia memusuhi kita atau saat seolah-olah hanya kita yang bergelut dengan kenyataan. Hanya satu yang bisa saya katakan: jangan takut. Kegagalan, kekecewa...