Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Berdamai dengan masa lalu

Hari ini saya berada di pojok sebuah restoran cepat saji, di luar hujan masih saja turun, hingga gerimisnya mengenangi sebagian kenangan atas Jakarta. Dingin sekali disini. Entah kenapa restoran cepat saji ini memasang suhu yang terlalu dingin untuk pendingin ruangan, atau ini perasaanku saja. Saat ini Thamrin sedang tergenang, akibat hujan yang datang berlebihan. Seperti biasa, sesuatu yang berlebihan selalu tidak baik. Hujan seperti halnya kenangan, terkadang datang tiba-tiba, meluapkan ruang-ruang kenyataan  membawa kita lupa pada perasaan kalah, pada ketakutan, pada intimidasi hari esok. Kita membutuhkan ingatan atas kenangan, agar kita mampu melihat hari esok lebih bijak dan menjadi lebih optimis bukan menjadi begitu pesimis. "Orang yang optimis membuat pesawat, orang yang pesimis membuat parasut" ada benarnya memang kutipan ini. Tulisan saya sebelumnya menyimpan makna-makna ketakutan, dan mengajarkan pesimisme menaklukkan kenangan. Saya...

[Catatan Perjalanan] Mendaki Papandayan: surga kecil di Garut (bag dua:selesai)

Warung si Emak  Kami sampai di Camp David sekitar jam 11 siang. Mampir di warung emak (entah siapa nama aslinya) untuk bersantap siang dulu, tambah asupan tenaga buat ke atas. Pilihan kami berempat tidak jauh berbeda, nasi, telor dadar dan mie. Lho kok ada mie? katanya ga sehat? yuupp..cuaca yang dingin dan kelaparan, ternyata menyulap Indomie ayam bawang, seperti Megan Fox sedang manyuun...sangat mengoda! Iman kami tak cukup kuat. Tapi setidaknya kami tidak makan mie ketika di atas gunung. #pembenaran .  Kawah Papandayan Sekitar 10 menit berjalan dari Camp David, kita akan berjalan melewati kawah Papandayan. Ada dua jalur, pilihlah jalur kanan, ini jalur yang umum di lewati pendaki. Ketika musim kering, asap yang keluar dari gelembung kawah tidak banyak, tetapi jiga musim hujan seperti sekarang, asap membumbung tebal, tebakan saya karena volume air yang terdidihkan meningkat produksi uap juga meningkat. *sok pinter*  Oya, jangan lupa, kita akan berjalan tepat ...

[Catatan Perjalanan] Mendaki Papandayan: Perjalanan Menghapus Luka (bag 1)

Ini kedua kalinya saya ke Papandayan, gunung eksotis dengan ketinggian 2665 Mdpl. Terletak sekitar 24 km dari kota kabupaten Garut, Papandayan merupakan objek paling tepat untuk melakukan pendakian wisata. Mari kita mulai ceritanya.  Berangkat dari Jakarta menggunakan Bus Primajasa Garut-Lebak Bulus dari pool primjasa di Cililitan sekitan jam 7 malam, ongkosnya 35 ribu. Saya sampai di terminal Garut sekitar jam 11 malam, seperti para gembel backpaker lainnya tempat pertama yang dituju adalah Masjid dan Mushola, bukan (sekedar) untuk sembahyang tapi sekaligus untuk mencari tempat istirahat + fasilitas urinoir gratis. Sungguh T E R L A L U.  Ngemper di Masjid Malam itu mungkin karena long weekend , banyak sekali teman-teman lain yang juga melakukan pendakian dan menginap di emperan masjid, tidak semuanya berencana ke Papandayan sebagian memutuskan mendaki Cikuray.  Perjalanan ke Papandayan kali ini, di ikuti 4 orang. Satu teman berangkat bersama dari Jakarta, 2 or...